Bisnis Trading Invoice Tawarkan Modal Kerja Tanpa Jaminan dan Bunga

 

SOLO – Selain sulitnya mengembalikan pinjaman dari bank, faktor lain penyebab banyaknya UMKM gulung tikar yaitu term of payment (top) atau masa pembayaran yang berlaku di perusahaan buyer atau customer yang menyebabkan pelaku UMKM harus menunggu pembayaran cair baru bisa memutar dana lagi. Melihat fenomena tersebut, Didik Mulato mengembangkan bisnis baru yaitu bisnis trading invoice yang menjembatani supplier dengan buyer terkait masa pembayaran.

 

Menurutnya, trading invoice ini sama seperti bisnis transportasi online yang saat ini tengah berkembang. Dimana dalam bisnis transportasi berbasis aplikasi itu, pemilik resource berkolaborasi dengan pemilik kendaraan yang juga sekaligus sebagai driver pengantar penumpang. Begitu pula dengan Trading invoice. Dimana pemilik resource menciptakan platform bagi supplier yang butuh pembayaran lebih cepat dan partnership.

 

Dimana, pemilik modal dipertemukan dengan supplier yang punya dana untuk investasi serta membutuhkan perputaran modal secara cepat untuk mengembangkan bisnis. “Model bisnis baru ini berdasar pada konsep berbagi sumber daya (shared resources). Dimana Bisnis trading invoice ini mengusung konsep sharing economy atau collaboration consumption,”papar Didik Mulato di sela Seminar bisnis di era milenium, Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/11/2017).

 

Menurut Didik, pihaknya menawarkan berbagai kemudahan bagi pengusaha atau supplier dan buyer yang bergabung dengan trading invoice. Bagi supplier, bila biasanya hanya melayani 1 transaksi dalam sebulan karena harus menunggu pembayaran dari buyer, dengan bekerjasama trading invoice pembayaran dapat diterima setelah barang terkirim. Sehingga supplier dapat langsung menggunakan lagi sebagai modal tanpa harus menunggu masa pembayaran.

“Untuk benefit bagi buyer yaitu pembayaran lebih cepat kepada supplier. Sementara buyer tetap melakukan pembayaran sesuai top yang berlaku. Trading invoice dapat menjadi solusi bagi pengusaha yang benar-benar ingin keluar dari jerat riba,” paparnya.

 

Lebih lanjut Ia juga menyampaikan ini adalah peluang pendanaan tanpa jaminan dan tanpa bunga. Baik untuk pengusaha be to be atau UKM selaku (supplier) yang menjual barang atau jasa kepada perusahaan (buyer) lain dengan masa jatuh tempo 1-3 bulan.

 

Meski baru berjalan selama enam bulan, namun perusahaan ini banyak diminati oleh pelaku usaha, sudah tersebar di beberapa pulau di Indonesia seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi. “Terbaru kita buka di Solo, dan wilayah lain segera menyusul,” pungkasnya.

(akr)
sumber:  ekbis.sindonews.com


Solusi Pendanaan Tanpa Jaminan dan Tanpa Bunga Dengan Trading Invoice

Trading invoice adalah peluang bisnis yang sangat luar biasa, yakni sharing ekonomi dan sharing profit. Perusahaan trading invoice ini membantu perusahaan dan UKM mengenai IPO (initial Public Offering) atau penawaran saham yang dijual belikan secara privasi.

Trading invoice ini adalah solusi pendanaan tanpa jaminan dan tanpa bunga, yang dimana untuk pengusaha be to be atau UKM selaku (supplier) yang menjual barang atau jasa kepada perusahaan (buyer) lain dengan jatuh tempo 1-3 bulan, maka perusahaan trading invoice ini yang akan menagih ke pihak buyer.

Perusahaan trading yaitu PT. Universal Karya Indonesia yang dipimpin oleh Macmillian Weinardi N. SE. MM mengatakan, kami siap membantu perusahaan dan UKM yang masuk pasar modern dalam pembayaran tempo hingga berbulan-bulan, maka kami akan melunasi hutang buyer secara cash kepada perusahaan dan UKM tersebut.

Dia menambahkan, perusahaan atau UKM biasanya ke bank untuk tambahan modal dengan menyertakan jaminan, tapi dengan hadirnya bisnis ini perusahaan dan UKM tidak perlu kuatir akan kehabisan modal, karena bisnis ini akan membantu dalam peminjaman dana tanpa modal, tanpa jaminan, dan tanpa bunga dengan sharing ekonomi dan sharing profit yang berkonsep network marketing.

Trading Invoice yang melayani barang dan jasa ini siap membantu berapapun besarnya jumlah dana yang dibutuhkan oleh perusahaan dan UKM di manapun berada, serta sudah melayani transaksi hingga keseluruh pelosok Indonesia.

sumber : http://www.kanaltv.net


Trading Invoice, Aplikasi Bisnis Pertama Di Indonesia Yang Menawarkan Solusi Modal Kerja Tanpa Pinjaman

 

KORANJURI.COM – Trading Invoice, sebuah aplikasi bisnis to bisnis baru baru ini di luncurkan oleh Didik Mulato, selaku Direktur utama Trading Invoice . Di Indonesia aplikasi bisnis seperti ini memang belum banyak di kenal, tetapi di luar negeri khususnya di negara negara maju, Trading Invoice sudah menjadi trend bisnis.

Aplikasi star up yang di launching di seluruh kota di Indonesia oleh Tradiing Invoice menurut Didik, adalah langkah awal mensosialisasikan kepada masyarakat perihal pinjaman modal tanpa jaminan sekaligus bebas riba. Melalui aplikasi Trading Invoice, pengusaha di pertemukan dengan investor untuk bertransaksi membayar produk barang yang mereka jual ke perusahaan perusahaan perseroan terbatas.

‘ Tetapi sebelum menalangi dana pembayaran milik perusahaan sebagai investasi, perusahan perseroan terbatas lebih dulu sudah memiliki MOu dengan Trading Invoice. ‘ Kata Didik dalam keteranganya

Hal itu dilakukan agar dana milik investor aman di investasikan sebagai dana talangan.

Didik mencontohkan, UKM yang menyetorkan hasil produksinya ke perseroan terbatas ( PT ) biasanya  di bayar dengan bayaran jatuh tempo.  Oleh karena itu, investor yang memiliki aplikasi Trading Invoice lebih dulu akan menalangi pembayaran produk UKM sebelum jatuh tempo. Hasil yang di dapat dari biaya talangan,  investor akan menerima komisi dari UKM.

Didik Mulato Direktur Trading Invoice saat memberikan keterangan di hadapan awak media/ Foto : Djoko Judiantoro: Koranjuri.com

Didik Mulato Direktur Trading Invoice saat memberikan keterangan di hadapan awak media/ Foto : Koranjuri.com

Besarnya komisi tidak di tentukan oleh investor, melainkan oleh UKM itu sendiri. Jika di rasa oleh investor nilai komisi yang didapat  dalam bertransaksi belum sebanding, maka invoice milik UKM bisa di tawarkan kepada investor lain lewat aplikasi Trading Invoice. Dengan tidak adanya keuntungan sepihak maka tidak akan ada riba, UKM juga tidak perlu memakai jaminan pinjaman.

Berapapun besarnya nilai investasi tidak menjadi soal, asalkan sesuai dengan kemampuan perusahaan yang di talangi. Trading Invoice hanya jasa penyedia aplikasi yang nantinya bisa di pasang di smartphone milik para pebisnis dan perusahaan.

Trading Invoice di paparkan Didik, seperti halnya aplikasi tranportasi online yang mempertemukan antara penumpang dengan mobil. Segala kemudahan bisnis bisa di peroleh melalui aplikasi Trading Invoice. Jika selama ini para pebisnis lebih mengutamakan cara konvensional mencari pinjaman modal usaha dari Bank, maka melalui aplikasi Trading Invoice peminjaman bisa di lakukan dengan sangat mudah dan tidak bertele tele.

Sejak  di rilis awal tahun 2017, sudah banyak investor yang bergabung dengan Trading Invoice. Rencananya Tahun 2018 Trading Invoice akan melebarkan sayapnya membangun kantor cabang di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan penyedian jasa aplikasi, Trading Invoice tidak hanya memudahkan para pebisnis dalam bertransaksi, tetapi juga akan menjadikan jasa usaha maju dan berkembang. Trading Invoice juga akan menjadi motivator bisnis lewat member.

Di harapkan melalui cara seperti itu, dalam rentan lima tahun penyedia jasa yang menjadi member akan terus meningkat produksinya.

‘ Dengan adanya peningkatan yang sangat drastic, perusahan yang menjadi member bisa go public ‘ Pungkas Didik Mulato dalam keteranganya. / Joko

 

sumber : http://www.soloraya.koranjuri.com