Wow, Sekarang Ada Start Up Pinjam Uang, Tak Perlu ke Bank

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Butuh dana pinjaman tanpa agunan?

Startup www.belibisnis.com hadir untuk membantu pelaku usaha untuk mendapatkan modal.

Pendiri Belibisnis.com, Maxmillian Wienardi mengatakan, ‎pihaknya akan mengganggu bisnis perbankan karena sekarang semua usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pun bisa mendapatkan kemudahan dalam memperoleh pinjaman.

‎”Tidak hanya tanpa agunan, tapi juga tanpa bunga. Kami hanya menerapkan sharing profit (bagi keuntungan) 1 persen per bulan atau 12 persen setahun,” ujar dia, di Sovoism, Semarang, Kamis (5/10/2017).

Maxmillian mengatakan, dana yang bisa didapatkan pelaku usaha itu tidak terbatas karena pendanaannya berasal dari luar negeri.

Namun, setiap pelaku usaha harus mengisi aplikasi yang dipersyaratkan, termasuk di antaranya memiliki ‎Surat Perintah Kerja (SPK).

“Prosedur kita lebih cepat 50 persen dibandingkan bank, lebih mudah, dan lebih murah,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini banyak pelaku usaha yang tidak bisa memutarkan modalnya karena pembayaran yang terlambat.

Misalnya perusahaan yang bergerak dalam bidang barang dan jasa, mendapatkan pembayarannya setelah satu bulan pekerjaan selesai.

“‎Bagaimana modalnya bisa berputar, ketika hasil pekerjaan pelaku usaha yang dibayarnya mundur satu bulan dua bulan ke belakang. Sehingga kami ada memberikan solusinya,” jelas dia.

Pinjaman modal kerja yang diberikan, dijamin akan keluar pada H+1 pekerjaan tersebut diselesaikan.

“Jadi prinsipnya kami ada di tengah, antara business to business tersebut,” jelasnya

Saat ini, kata dia, sudah banyak yang mengajukan pinjaman itu mencapai 80 pengajuan per harinya.

Program startup yang sudah dirancang selama dua tahun tersebut, saat ini telah berjalan selama dua bulan.

“Selama dua bulan ini, sudah 11 digit rupiah yang telah disalurkan. Dan bisnis ini akan mengganggu bank,” ujar dia.

Di sisi lain, pengusaha mengakui permodalan seringkali menjadi kendala utama bagi pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya.

Satu di antaranya, Siti Munawaroh (50), warga Semarang yang memiliki usaha untuk ‎pembuatan panel elektronik.

Dia mengaku, kesulitan mengembangkan usahanya karena pembayaran dari hasil kerjanya diberikan sebulan setelah pekerjaan selesai.

“Biasanya 25 persen diberikan untuk uang muka‎, 25 persen setelah pekerjaan selesai. Sisanya 50 persen diberikan giro mundur sebulan,” kata dia.

Siti menambahkan, tertundanya pembayaran itu membuatnya kesulitan mendapatkan order lagi karena modalnya terbatas.

Sehingga, omzet usahanya yang bisa tercapai pada tahun 2016 yang lalu hanya sekitar Rp 500 juta.

“Kalau ada modal, saya siap dan bisa cari order lagi biar omzetnya lebih tinggi sampai Rp 5 miliar,” ujar dia yang tertarik mengajukan pinjaman melalui startup belibisnis.com.

Siti mengatakan, saat ini pihaknya membutuhkan pinjaman karena tengah mengerjakan pesanan untuk pengadaan panel elektronik Peneran‎gan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Bantul.

Namun dia khawatir modal kerjanya akan terganggu karena nilai proyek tersebut cukup besar mencapai sekitar Rp 382 juta.

Sehingga dia berencana untuk mengajukan pinjaman 50 persen dari nilai pekerjaan, setelah proyek itu selesai.

“‎Sekarang saya harus mengerjakan order untuk panel PJU seluruh Bantul, ‎jumlahnya 239 unit yang harganya Rp 1,6 juta per unit,” jelasnya.‎ (*)
sumber: http://jateng.tribunnews.com/2017/10/05/wow-sekarang-ada-start-up-pinjam-uang-tak-perlu-ke-bank


BeliBisnis.com Kejar Pembiyaan Rp1 Triliun pada 2018

Kabar24.com, MALANG—BeliBisnis.com, perusahaan yang bergerak dalam bidang jual-beli perusahaan, dengan fokus utama pada perusahaan yang ingin berkembang, Perusahaan yang preIPO dan startup bisnis, mengejar pembiayaan higga Rp1 triliun sampai akhir 2018.

Founder BeliBisnis.com, Maximillan Wienardi Nyoto, mengatakan model pembiayaan perusahaan tersebut dengan membeli produk yang telah dikirim ke konsumen, pembeli.

“Setelah barang dikirim, BeliBisnis.com memberikan dana yang untuk penjualan produk yang juga berfungsi pembiayaan. Dana tersebut dapat dicairkan satu hari setelah barang diterima konsumen,” ujarnya di Malang, Selasa (13/2/2018).

Dengan adanya dana tersebut, maka perusahaan penerima dana BeliBisnis.com tidak perlu lagi memikirkan terkait piutang kliennya karena sudah ditangani BeliBisnis.com.

Dengan cara itu, maka perusahaan dapat berkonsentrasi untuk mengembangkan diri berupa perluasan pasar hingga peningkatan produk.

BeliBisnis.com memperoleh keuntungan yang dihitung dari keuntungan perusahaan yang menjadi klien perusahaan tersebut.

“Secara sederhana kesannya keuntungan perusahaan UMKM banyak diberikan ke BeliBisnis.com, namun dengan adanya peningkatan penjualan berkali-kali lipat, maka secara agregat keuntungan otomatis lebih besar jika mereka beroperasi secara konvensional,” ucapnya.

Selain itu, BeliBisnis.com juga memberikan pendampingan untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang menjadi kliennya. Setelah dua tahun ditangani, diharapkan perusahaan bisa dijual, go private maupun go public sehingga valuasinya meningkat.

“Peningkatannya bisa berkali-kali lipat, sangat menguntungkan dijual daripada dimiliki sendiri,” ujarnya.

Dari sisi BeliBisnis.com, juga diuntungkan karena akan memperoleh keuntungan 50% dari nilai aset yang dijual sehingga saling menguntungkan antara dua belah pihak.

Pembiayaan yang dilakukan BeliBisnis.com sudah mencapai puluhan miliar rupiah selama 6 bulan beroperasi.

Terkait dengan pelaksanan Pilkada, menurut Max, tawaran dari program BeliBisnis.com juga layak dipertimbangkan karena diperkirakan dapat memberikan citra positif bagi calon kepala daerah.

Nilai yang ditawarkan BeliBisnis.com ke pada pemerintah ataupun partai politik dalam sinergi ini, yakni membantu mendorong economic scale rakyat/pemilih, memiliki intensitas hubungan yang menguntungkan, memiliki program kerja yang nilai Investasi seakan besar namun low cost.

“Semua itu dimungkinkan terjadi karena BeliBisnis.com telah menyiapkan program ini secara terintegrasi dengan dukungan penuh dari semua pihak yang masing-masing secara sadar mengambil bagian untuk bersama mewujudkan financial freedom yang menguntungkan dan demi Indonesia yang lebih baik, sejahtera, serta berkeadilan,” katanya.

sumber: http://m.bisnis.com/amp/read/20180213/78/738490/belibisnis.com-kejar-pembiyaan-rp1-triliun-pada-2018


Bisnis Trading Invoice Tawarkan Modal Kerja Tanpa Jaminan dan Bunga

 

SOLO – Selain sulitnya mengembalikan pinjaman dari bank, faktor lain penyebab banyaknya UMKM gulung tikar yaitu term of payment (top) atau masa pembayaran yang berlaku di perusahaan buyer atau customer yang menyebabkan pelaku UMKM harus menunggu pembayaran cair baru bisa memutar dana lagi. Melihat fenomena tersebut, Didik Mulato mengembangkan bisnis baru yaitu bisnis trading invoice yang menjembatani supplier dengan buyer terkait masa pembayaran.

 

Menurutnya, trading invoice ini sama seperti bisnis transportasi online yang saat ini tengah berkembang. Dimana dalam bisnis transportasi berbasis aplikasi itu, pemilik resource berkolaborasi dengan pemilik kendaraan yang juga sekaligus sebagai driver pengantar penumpang. Begitu pula dengan Trading invoice. Dimana pemilik resource menciptakan platform bagi supplier yang butuh pembayaran lebih cepat dan partnership.

 

Dimana, pemilik modal dipertemukan dengan supplier yang punya dana untuk investasi serta membutuhkan perputaran modal secara cepat untuk mengembangkan bisnis. “Model bisnis baru ini berdasar pada konsep berbagi sumber daya (shared resources). Dimana Bisnis trading invoice ini mengusung konsep sharing economy atau collaboration consumption,”papar Didik Mulato di sela Seminar bisnis di era milenium, Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/11/2017).

 

Menurut Didik, pihaknya menawarkan berbagai kemudahan bagi pengusaha atau supplier dan buyer yang bergabung dengan trading invoice. Bagi supplier, bila biasanya hanya melayani 1 transaksi dalam sebulan karena harus menunggu pembayaran dari buyer, dengan bekerjasama trading invoice pembayaran dapat diterima setelah barang terkirim. Sehingga supplier dapat langsung menggunakan lagi sebagai modal tanpa harus menunggu masa pembayaran.

“Untuk benefit bagi buyer yaitu pembayaran lebih cepat kepada supplier. Sementara buyer tetap melakukan pembayaran sesuai top yang berlaku. Trading invoice dapat menjadi solusi bagi pengusaha yang benar-benar ingin keluar dari jerat riba,” paparnya.

 

Lebih lanjut Ia juga menyampaikan ini adalah peluang pendanaan tanpa jaminan dan tanpa bunga. Baik untuk pengusaha be to be atau UKM selaku (supplier) yang menjual barang atau jasa kepada perusahaan (buyer) lain dengan masa jatuh tempo 1-3 bulan.

 

Meski baru berjalan selama enam bulan, namun perusahaan ini banyak diminati oleh pelaku usaha, sudah tersebar di beberapa pulau di Indonesia seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi. “Terbaru kita buka di Solo, dan wilayah lain segera menyusul,” pungkasnya.

(akr)
sumber:  ekbis.sindonews.com


Solusi Pendanaan Tanpa Jaminan dan Tanpa Bunga Dengan Trading Invoice

Trading invoice adalah peluang bisnis yang sangat luar biasa, yakni sharing ekonomi dan sharing profit. Perusahaan trading invoice ini membantu perusahaan dan UKM mengenai IPO (initial Public Offering) atau penawaran saham yang dijual belikan secara privasi.

Trading invoice ini adalah solusi pendanaan tanpa jaminan dan tanpa bunga, yang dimana untuk pengusaha be to be atau UKM selaku (supplier) yang menjual barang atau jasa kepada perusahaan (buyer) lain dengan jatuh tempo 1-3 bulan, maka perusahaan trading invoice ini yang akan menagih ke pihak buyer.

Perusahaan trading yaitu PT. Universal Karya Indonesia yang dipimpin oleh Macmillian Weinardi N. SE. MM mengatakan, kami siap membantu perusahaan dan UKM yang masuk pasar modern dalam pembayaran tempo hingga berbulan-bulan, maka kami akan melunasi hutang buyer secara cash kepada perusahaan dan UKM tersebut.

Dia menambahkan, perusahaan atau UKM biasanya ke bank untuk tambahan modal dengan menyertakan jaminan, tapi dengan hadirnya bisnis ini perusahaan dan UKM tidak perlu kuatir akan kehabisan modal, karena bisnis ini akan membantu dalam peminjaman dana tanpa modal, tanpa jaminan, dan tanpa bunga dengan sharing ekonomi dan sharing profit yang berkonsep network marketing.

Trading Invoice yang melayani barang dan jasa ini siap membantu berapapun besarnya jumlah dana yang dibutuhkan oleh perusahaan dan UKM di manapun berada, serta sudah melayani transaksi hingga keseluruh pelosok Indonesia.

sumber : http://www.kanaltv.net


Trading Invoice, Aplikasi Bisnis Pertama Di Indonesia Yang Menawarkan Solusi Modal Kerja Tanpa Pinjaman

 

KORANJURI.COM – Trading Invoice, sebuah aplikasi bisnis to bisnis baru baru ini di luncurkan oleh Didik Mulato, selaku Direktur utama Trading Invoice . Di Indonesia aplikasi bisnis seperti ini memang belum banyak di kenal, tetapi di luar negeri khususnya di negara negara maju, Trading Invoice sudah menjadi trend bisnis.

Aplikasi star up yang di launching di seluruh kota di Indonesia oleh Tradiing Invoice menurut Didik, adalah langkah awal mensosialisasikan kepada masyarakat perihal pinjaman modal tanpa jaminan sekaligus bebas riba. Melalui aplikasi Trading Invoice, pengusaha di pertemukan dengan investor untuk bertransaksi membayar produk barang yang mereka jual ke perusahaan perusahaan perseroan terbatas.

‘ Tetapi sebelum menalangi dana pembayaran milik perusahaan sebagai investasi, perusahan perseroan terbatas lebih dulu sudah memiliki MOu dengan Trading Invoice. ‘ Kata Didik dalam keteranganya

Hal itu dilakukan agar dana milik investor aman di investasikan sebagai dana talangan.

Didik mencontohkan, UKM yang menyetorkan hasil produksinya ke perseroan terbatas ( PT ) biasanya  di bayar dengan bayaran jatuh tempo.  Oleh karena itu, investor yang memiliki aplikasi Trading Invoice lebih dulu akan menalangi pembayaran produk UKM sebelum jatuh tempo. Hasil yang di dapat dari biaya talangan,  investor akan menerima komisi dari UKM.

Didik Mulato Direktur Trading Invoice saat memberikan keterangan di hadapan awak media/ Foto : Djoko Judiantoro: Koranjuri.com

Didik Mulato Direktur Trading Invoice saat memberikan keterangan di hadapan awak media/ Foto : Koranjuri.com

Besarnya komisi tidak di tentukan oleh investor, melainkan oleh UKM itu sendiri. Jika di rasa oleh investor nilai komisi yang didapat  dalam bertransaksi belum sebanding, maka invoice milik UKM bisa di tawarkan kepada investor lain lewat aplikasi Trading Invoice. Dengan tidak adanya keuntungan sepihak maka tidak akan ada riba, UKM juga tidak perlu memakai jaminan pinjaman.

Berapapun besarnya nilai investasi tidak menjadi soal, asalkan sesuai dengan kemampuan perusahaan yang di talangi. Trading Invoice hanya jasa penyedia aplikasi yang nantinya bisa di pasang di smartphone milik para pebisnis dan perusahaan.

Trading Invoice di paparkan Didik, seperti halnya aplikasi tranportasi online yang mempertemukan antara penumpang dengan mobil. Segala kemudahan bisnis bisa di peroleh melalui aplikasi Trading Invoice. Jika selama ini para pebisnis lebih mengutamakan cara konvensional mencari pinjaman modal usaha dari Bank, maka melalui aplikasi Trading Invoice peminjaman bisa di lakukan dengan sangat mudah dan tidak bertele tele.

Sejak  di rilis awal tahun 2017, sudah banyak investor yang bergabung dengan Trading Invoice. Rencananya Tahun 2018 Trading Invoice akan melebarkan sayapnya membangun kantor cabang di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan penyedian jasa aplikasi, Trading Invoice tidak hanya memudahkan para pebisnis dalam bertransaksi, tetapi juga akan menjadikan jasa usaha maju dan berkembang. Trading Invoice juga akan menjadi motivator bisnis lewat member.

Di harapkan melalui cara seperti itu, dalam rentan lima tahun penyedia jasa yang menjadi member akan terus meningkat produksinya.

‘ Dengan adanya peningkatan yang sangat drastic, perusahan yang menjadi member bisa go public ‘ Pungkas Didik Mulato dalam keteranganya. / Joko

 

sumber : http://www.soloraya.koranjuri.com


Beli Bisnis

 

BeliBisnis.com, the first business trading site in Indonesia, is a means for you, businessmen/women, who want to buy or sell your business. We have through and accurate database to be shared before you make your decision.

 

How do we work?

We will help you to:

1. Find the best company that you want to buy.
2. Give you business advices.
3. Find solutions for your business problems, including capital payment.
4. Sell your business in a prompt, secure, and profitable way

 

 

 

How could you utilize the services of BeliBisnis.com?

1. You can access our Buy Business or Sell Business portal according to your needs.
2. Fill in your data.
3. We will verify the data before we respond your request.
4. The response will be sent via email personally to you.
5. You can set the time of appointment to discuss further matters with us.